Berita Terbaru

Perusahaan teknologi asal Israel, Applied Clean Tech membuat sebuah terobosan baru dalam pembuatan kertas. Untuk mengurangi global warming, perusahaan tersebut akhirnya telah menemukan sumber bahan dasar kertas yang terbuat dari tissue bekas dari Toilet.

Tidak perduli tissue tersebut bekas digunakan
untuk apa, yang pasti Applied Clean Tech mengumpulkannya dan langsung memproses dengan penguraian tertentu hingga perusahaan tersebut bisa mengambil bahan-bahan dari tissue bekas toilet tersebut untuk dijadikan kertas baru.
Mereka mengklaim dengan menggunakan teknologi ini maka bisa memenuhi kebutuhan pasar kertas sebanyak 10% tetapi dari sisi penyelamatan lingkungan dampaknya jauh lebih besar.
Mungkin bagi anda yang suka menjilat kertas amplop atau saat membaca buku, anda harus lebih berhati-hati lagi ketika ingin melakukan hal tersebut.
LG baru-baru ini memperkenalkan sebuah electronic paper display (EDP) plastik pertama di dunia. Layar e-paper dengan resolusi 1.024 x 768 piksel itu, selain dapat ditekuk pada bagian sudutnya hingga 40 derajat.

EDP buatan LG tersebut diklaim akan merevolusi pasar e-book. Dengan EPD yang lebih tipis, lebih ringan, dan lebih tahan lama, membaca E-Book akan jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan perangkat lainnya seperti tablet dan smartphone.
Membaca e-book di EDP kemungkinan besar akan mengurangi kelelahan mata dan konsumsi listrik yang lebih efisien di samping harga yang lebih murah tentunya.
EDP plastik buatan LG ini akan disuplai pertama kali ke manufaktur di China, setelah itu EDP akan dirilis di Eropa.
Setelah membuat saingan jejaring sosial Facebook dengan nama Google+, kini raksasa dunia maya tersebut dikabarkan ingin menyaingi domain berakhiran dot com (.com) dengan membuat domain sendiri dengan akhiran dot google (.google).

Google sendiri telah mendaftarkan .google ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) untuk dijadikan Top Level Domain(TLD).
Google diberi waktu hingga 20 April untuk mengurus hak kepemilikan akhiran nama domain tersebut. Memang pada tahun lalu ICANN memperbolehkan perusahaan atau organisasi membuat domain sendiri.
Status domain ini nantinya sama seperti domain yang sudah lebih dulu populer seperti .com, .org, atau .net. biaya untuk membuat domain sendiri inipun terbilang tidak murah, sekitar 185.000 USD.
Setelah resmi hadir di Android, aplikasi Instagram langsung mendapat sambutan yang luar biasa dari pengguna sirobot hijau. Tiap menitnya, diperkirakan ada sekitar 2000 pengguna Android yang mendaftar di Instagram.

Mungkin banyak dari anda yang bertanya-tanya, apa berbedaan dan persamaan Instagram di Android dengan Instagram yang ada di iOS. untuk anda yang penasaran ingin mengetahuinya, berikut adalah perbandingan
antara Instagram di iOS dan Instagram di Android yang berhasil kami kumpulkan. Sisi sebelah kiri akan menampilkan aplikasi pada perangkat Android, sedangkan sisi kanan merupakan tampilan pada perangkat Apple.





Pada tahap awal, penggunaan icon pada aplikasi Instagram di Android maupun di iOS terlihat sangat sama, hanya terdapat penambahan kata ‘like’ ataupun ‘comment’. Fitur ‘like’ di aplikasi ini serupa dengan fitur ‘like’ pada Facebook.




Anda dapat memberikan tanda ‘like’ dengan menekan tombol hati, atau melakukan double-tap pada foto yang ditampilkan. Menu Home (gambar rumah) akan menampilkan orang-orang yang Anda ikuti (following), dan akan selalu memperlihatkan foto hasil unggah dari orang orang yang anda ikuti.


Pada menu populer, aplikasi Instagram dikedua OS ini tidak memiliki perbedaan, jika photo anda ingin tampil pada halaman ini, maka photo anda tersebut harus memiliki jumlah like yang lumayan banyak.




Selanjutnya, pada tab following, akan ditampilkan aktifitas dari rekan-rekan anda di Instagram. Sedangkan Pada menu profile akan ditampilkan data diri Anda seperti nama, username, jumlah foto yang Anda unggah, hingga jumlah followers dan following.




Belanjut pada menu Sharing, Fitur ini berguna saat melakukan unggah foto, sehingga Anda tidak perlu melakukan login ke jejaring sosial yang Anda miliki setiap Anda selesai mengunggah foto. Perbedaan di kedua platform hanya pada koneksi akan jejaring sosial saja.

Perbedaan aplikasi Instagram di Android dan iOS memang tidak terlalu mencolok, hanya saja ada beberapa fitur Instagram di iOS yang tidak dibawa, seperti Tilt Shift/Blur, berbagi dari feed, Live Preview, dan berbagi ke layanan Flickr.
Persaingan raksasa jejaring sosial, Facebook, dengan raksasa search engine, Google, sepertinya tidak akan ada habisnya. Untuk menyaingi Google, Facebook dikabarkan sedang menyiapkan “Facebook Search Engine”. Sedangkan untuk menyaingin Facebook, Google telah membuat jejaring sosial Google+ yang kini bahkan lengkap dengan Timeline ala Facebook.
Namun Facebook telah melakukan satu loncatan besar dengan mengakuisisi Instagram senilai 1 milyar USD. Dan agar bisa terus menempel Facebook, Google sepertinya juga akan melakukan akuisisi perusahaan yang mempunyai layanan seperti Instagram.
Dikutip dari The Next Web, kedua raksasa internet ini memang sedang bersaing memperebutkan iklan dan ranah sosial. Hingga saat ini, Google memang belum memiliki layanan foto baik untuk editing maupun posting, kecuali Picasa yang belum signifikan jumlah peminatnya.
Beberapa layanan mobile uploading yang sepertinya akan diakuisisi oleh Google adalah EyeEm, PicYou atau Hipstamatic, PicPlz, Pixlr-O-Matic, Lightbox Foto, Hipster, Pudding Camera dan SteamZoo.
Dari beberapa aplikasi tersebut, PicPlz, Pixlr-O-Matic, Lightbox Foto, Hipster, Pudding Camera dan SteamZoo adalah aplikasi-aplikasi yang fungsinya mirip dengan Instagram. Akankah Google mengakuisisi salah satu aplikasi tersebut? Kita tunggu saja.
Isi ulang baterai gadget melalui usb atau melalui tenaga matahari, mungkin itu sudah biasa. Tapi mengisi ulang baterai gadget anda melalui sebuah panci, baru itu luar biasa.

PowerPot adalah sebuah panci kecil yang bisa digunakan untuk isi ulang baterai gadget ketika sedang memasak air atau lainnya. Desain panci ini cukup sederhana karena konverter untuk mengubah panas menjadi energi listrik
menggunakan sistim thermoelectric power generation yang diletakkan di posisi bawah dan juga PowerPot bisa menggunakan berbagai jenis sumber api.
Di bagian panci ini terdapat sebuah kabel tahan api yang nantinya disambungkan ke kabel konverter (menjadi USB). PowerPot tersedia dalam beberapa model tergantung dari energi yang dihasilkan seperti PowertPot V (5 watts), PowerPot X (10 watts) dan PowerPot XV (15 watts). Semakin besar energi listrik yang dihasilkan maka semakin besar ukuran pancinya.
Powerpot dengan ukuran paling kecil diklaim mampu mengisi ulang 2 buah ponsel, 1 pemutar musik dan sebuah lampu LED sekaligus di saat bersamaan. Powerpot dengan ukuran besar bisa digunakan untuk isi ulang baterai sebuah tablet/ netbook. Powerpot ukuran kecil dijual dengan harga US$ 125.
Pada hari senin kemarin (9/4/12), Facebook mengumumkan bahwa pihak mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi aplikasi berbagi foto yang sedang naik daun saat ini, Instagram.
Nilai akuisisi Instagram ini berada pada kisaran 1 milyar Dollar.
Transaksi akuisisi dalam bentuk kombinasi uang tunai dan saham.
Dalam status Facebook nya, Mark Zuckerberg, selaku pendiri dan CEO Facebook mengatakan; “Saya sangat bersemangat untuk memberitakan berita gembira bahwa kami telah mengakuisisi Instagram dan sebentar lagi tim yang sangat bertalenta yang ada disana akan bergabung bersama Facebook,”
Zuckergerg mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membuat perubahan yang signifikan pada Instagram, dia menyatakan bahwa tujuan Facebook mengakuisisi Instagram adalah untuk membantu menyebarluaskan aplikasi ini pada lebih banyak orang.
Karyawan Instagram yang bermarkas di San Francisco hanya berjumlah Sembilan orang saja. Tapi kesuksesannya di perangkat iOS dan Android membuat raja jejaring sosial seperti Facebook tertarik untuk mengakuisisinya.