Berita Terbaru

Brooklyn - San Antonio Spurs gagal meneruskan laju kemenangannya. Melawat ke markas Brooklyn Nets, Spurs menelan kekalahan cukup telak dengan skor akhir 89-103 pada laga di Barclays Center, Jumat (7/2/2014).

Spurs mengakhiri kuarter pertama dengan kencang, dengan keunggulan 24-17 dari Nets. Tim tuan rumah mengejar keadaan setelah mengemas 23 poin tambahan untuk membalikkan keadaan 40-39 di akhir kuarter kedua.

Memasuki paruh kedua, Nets benar-benar mendominasi Spurs. Sebanyak 35 poin dicetak Nets di kuarter ketiga guna mempertahkan keunggulannya 75-68 di akhir 12 menit ketiga.

Spurs gagal memperoleh jawaban untuk keluar dari tekanan Nets. Di kuarter terakhir, Nets tidak terbendung setelah mendulang 28 poin dan memperoleh kemenangan pertama atas Spurs sejak Maret 2010.

Selain itu, juga menjadi hasil positif kedua beruntun yang didapatkan Nets setelah menelan tiga kekalahan berturut-turut. "Kami memiliki kepingannya," ucap Anderson.

"Kami akhirnya mulai mengubah situasi dengan jauh lebih baik akhir-akhir ini. Aku cuma ingin menang tida peduli berapa lama aku bermain," sambung dia di ESPN.

Small forward Alan Anderson menginspirasi kemenangan Nets setelah mencetak 22 poin. Deron Williams mengemas 16 poin dan Paul Pierce mencetak 12 poin.

Di Spurs, shooting guard Danny Green tampil paling oke dan menyumbang 17 poin, delapan rebound dan tiga assist. Cory Josep 18 poin dan pemain cadangan Shannon Brown mencetak 16 poin.
Detroit - Racikan John Loyer, yang untuk sementara ditunjuk untuk melatih Detroit Pistons, berhasil membuat timnya meraih kemenangan 109-100 ketika menjamu San Antonio Spurs.

Di The Palace of Auburn Hills, Selasa (11/2/2014) WIB, Pistons kedatangan Spurs yang belum bisa diperkuat sejumlah pemain andalannya seperti Tiago Splitter, Kawhi Leonard, dan Manu Ginobili yang masih dibekap cedera.

Pertandingan dimulai dengan cukup ketat dengan Pistons berhasil unggul setengah bola atas Spurs, 25-24, di akhir kuarter pertama. Pistons kemudian tancap gas di kuarter dua dan mengungguli tambahan angka Spurs dengan 34-24, untuk membuat paruh pertama ini berakhir 59-48 untuk tuan rumah.

Pistons masih berhasil mempertahankan momentum di kuarter tiga demi menjaga jarak aman dari Spurs. Itu yang membuat usaha tim tamu bangkit di kuarter akhir pun tidak berarti banyak.

Kemenangan ini tentu saja bikin Loyer, yang baru menggantikan Mo Cheeks usai diberhentikan setelah cuma menjalani 50 pertandingan saja sebagai pelatih kepala, gembira.

"Saya bilang kepada mereka ini akan menjadi hari yang emosional. Saya katakan kepada mereka bahwa saya pikir kami bisa bermain, secara kolektif, untuk periode lebih lama daripada yang biasa kami lakukan," ucap Loyer di Yahoosports.

Atas hasil tersebut Loyer patut memberikan kredit terbesar buat Brandon Jennings yang menjadi penampil terbaik Pistons dengan sumbangan 21 poin, 4 rebound, dan 6 assist.

Hasil NBA

INDIANA 119 Denver 80
TORONTO 108 New Orleans 101
DETROIT 109 San Antonio 100
Boston 102 MILWAUKEE 86
Houston 107 MINNESOTA 89
Sepang - Marc Marquez kembali jadi yang tercepat dalam tes pramusim MotoGP 2014. Hari ini, Rabu (5/2/2014), ia bahkan mendekati sebuah rekor tak resmi di sirkuit tersebut.

Marquez mengemas waktu terbaik 1 menit 59,926 detik pada tes hari kedua di Sepang. Pebalap Repsol Honda itu mendekati rekor lap tidak resmi di Sepang yang dicatatkan oleh Casey Stoner pada sesi tes pada Februari 2012, yakni 1 menit 59,6 detik.

Mengingat sesi tes kali ini masih menyisakan satu hari lagi, Kamis (6/2) besok, pertanyaan pun muncul apakah Marquez akan mampu mematahkan rekor dari Stoner tersebut.

"Kita akan lihat," jawab Marquez seperti dilansir Crash.

"Jika ingin melewati catatan waktu tersebut Anda harus mencobanya pada pukul 10 pagi, ketika lintasannya akan lebih cepat. Apapun, bukan itu targetku," lanjutnya.

Dengan catatan waktu pada hari kedua Marquez juga menjadi pebalap pertama yang melewati kisaran waktu 2 menit dalam tes kali ini. Kisaran waktu itu sendiri tidak banyak mampu ditembus para pebalap lain dan cuma bisa dilakukan pada saat tes.

"Aku terkejut dengan waktu lap tapi terutama juga melihat para pebalap lain karena banyak rider yang ada di kisaran waktu 2 menit dan itu impresif karena tahun lalu cuma ada tiga atau empat pebalap yang mencapainya," komentar Marquez.

"Tahun ini lintasannya sepertinya cukup cepat dan penting untuk bisa melaju cepat guna mencoba pelbagai hal berbeda pada motor," imbuhnya.
Sepang - Marc Marquez menegaskan dominasinya di sesi tes pramusim MotoGP di Sepang. Juara bertahan itu kembali menjadi yang tercepat di hari ketiga.

Dalam tes hari ketiga yang juga merupakan hari terakhir di Sirkuit Sepang, Kamis (6/2/2014), Marquez memperbaiki catatan waktunya jika dibandingkan dengan hari kedua. Pebalap Repsol Honda itu kini mencatat waktu tercepat satu menit 59,533 detik di lap ke-10 dari 40 lap yang dilahapnya.

Di posisi kedua, Valentino Rossi menunjukkan peningkatan dari tes hari kedua. Jika di hari sebelumnya catatan waktu pebalap Yamaha itu menyentuh dua menit, kini Rossi menorehkan catatan waktu satu menit 59,727 detik.

Demikian pula dengan rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Pebalap Spanyol itu juga tampil impresif dengan membukukan catatan waktu satu menit 59,998 detik.

Posisi keempat ditempati oleh Aleix Espargaro. Sementara Stefan Bradl yang di hari sebelumnya menduduki posisi ketiga kini harus turun ke urutan kelima dengan catatan waktu dua menit 0,112 detik.

Hasil kurang memuaskan justru didapat oleh Dani Pedrosa. Meski catatan waktunya sedikit lebih cepat daripada tes hari kedua, namun rekan setim Marquez itu harus puas dengan berada di posisi keenam.

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, menduduki posisi ketujuh. Pol Espargaro, Andrea Iannone, dan Alvaro Bautista berturut-turut melengkapi posisi 10 besar.

Tes resmi MotoGP akan kembali digelar di Sepang pada 26-28 Februari mendatang.

Hasil Lengkap Tes MotoGP di Sepang Hari Ketiga:

1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 59.533s (Lap 10/40)
2. Valentino Rossi ITA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 59.727s | +0.194s (11/55)
3. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 59.866s | +0.333s (2/65)
4. Aleix Espargaro ESP NGM Mobile Forward Racing (FTR-M1) 1m 59.998s | +0.465s (7/43)
5. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) 2m 0.112s | +0.579s (11/38)
6. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 2m 0.223s | +0.690s (10/25)
7. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici) 2m 0.370s | +0.837s (10/40)
8. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 2m 0.655s | +1.122s (8/65)
9. Andrea Iannone ITA Pramac Racing (Desmosedici) 2m 0.725s | +1.192s (13/57)
10. Alvaro Bautista ESP Go&Fun Honda Gresini (RC213V) 2m 0.788s | +1.255s (3/63)
11. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 2m 0.896s | +1.363s (10/65)
12. Cal Crutchlow GBR Ducati Team (Desmosedici) 2m 1.057s | +1.524s (58/58)
13. Nicky Hayden USA Drive M7 Aspar (RCV1000R) 2m 1.514s | +1.981s (21/59)
14. Colin Edwards USA NGM Mobile Forward Racing (FTR-M1) 2m 1.731s | +2.198s (41/47)
15. Michele Pirro ITA Ducati Test Rider (Desmosedici) 2m 1.782s | +2.249s (12/67)
16. Hiroshi Aoyama JPN Drive M7 Aspar (RCV1000R) 2m 2.383s | +2.850s (61/66)
17. Randy de Puniet FRA Suzuki Test Rider (XRH-1) 2m 2.486s | +2.953s (17/67)
18. Yonny Hernandez COL Pramac Racing (Desmosedici) 2m 2.556s | +3.023s (31/65)
19. Kosuke Akiyoshi JPN Honda Test Rider 2m 2.619s | +3.086s (3/58)
20. Katsuyuki Nakasuga JPN Yamaha Test Rider (YZR-M1) 2m 2.788s | +3.255s (13/38)
21. Scott Redding GBR Go&Fun Honda Gresini (RCV1000R) 2m 2.833s | +3.300s (42/60)
22. Michael Laverty GBR Paul Bird Motorsport (PBM-ART) 2m 3.187s | +3.654s (12/41)
23. Hector Barbera ESP Avintia Blusens (FTR-Kawasaki) 2m 3.204s | +3.671s (49/54)
24. Broc Parkes AUS Paul Bird Motorsport (PBM-ART) 2m 3.402s | +3.869s (40/43)
25. Mike di Meglio FRA Avintia Blusens (FTR-Kawasaki) 2m 4.516s | +4.983s (28/58)
26. Nobuatsu Aoki JPN Suzuki Test Rider (XRH-1) 2m 5.686s | +6.153s (10/12)
27. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (RCV1000R) 3m 5.974s | +6.441s (6/12)
Sepang - Jorge Lorenzo menilai dirinya bisa saja membuat waktu lebih oke dalam tes hari ketiga. Tetapi ia tetap puas karena sudah berhasil memenuhi target saat ini.

Dalam dua hari pertama tes Lorenzo fokus mengutak-atik bagian elektronik pada motornya, setelah perubahan regulasi menjadi kapasitas bensin maksimal 20 liter untuk tim pabrikan membuat pengendalian motor Yamaha YZR-M1 miliknya jadi kurang oke.

Masalah tersebut lantas berhasil dikurangi pada tes hari Rabu (5/2/2014), membuat Lorenzo bisa menggunakan tes hari terakhir, Kamis (6/2), untuk fokus pada laju balapan.

Dalam tes tersebut, Lorenzo berhasil mencatatkan waktu 1 menit 59,866 detik yang cuma kalah dari rekan satu timnya Valentino Rossi dan rider Repsol Honda Marc Marquez. Lorenzo dan Marquez sendiri cuma terpaut 0,333 detik.

"Aku pikir kami amat meningkatkan waktu lap dari tes hari sebelumnya tapi aku tidak membuat lap sempurna. Mungkin dengan ban lebih lunak kami bisa membuat 1 menit 59,5 atau 1 menit 59,6," kata Lorenzo di Crash.

"Tujuannya bukanlah untuk memperbaiki waktu satu lap tapi meningkatkan laju balapan, yang mana kami lakukan. Ketika kami berusaha melakukan simulasi balap dalam kondisi panas, kami menemukan beberapa masalah di mana kami tidak menduganya, jadi lajunya tidak sebagus yang kami inginkan."

"Akan tetapi kami cuma berlatih di satu lintasan yang secara historis bukan lintasan yang cocok buat Yamaha, jadi mari kita lihat apa yang terjadi di tes Malaysia berikutya dan di lintasan-lintasan lain. Evolusi dan adanya peningkatan itu hal besar jadi aku cukup puas. Bisa mendapatkan perasaan yang sama seperti tahun lalu dengan bahan bakar lebih sedikit merupakan hal besar," ucapnya.

Tes pramusim berikutnya masih akan dilangsungkan di Sepang pada 26-28 Februari mendatang.
West Bromwich - Di atas kertas West Bromwich memang bukan lawan sepadan buat Chelsea. Tetapi Pepe Mel selaku manajer West Brom minta para pemainnya tak patah semangat karena pada posisi serupa di masa lalu ia pernah berhasil menundukkan tim besutan Jose Mourinho.

West Brom dijadwalkan menjamu Chelsea di The Hawthorns Rabu (12/2/2014) dinihari WIB pada pekan ke-26 Premier League. Meski berstatus tuan rumah, West Brom akan menjalani laga nanti dengan status underdog.

Hal itu tidak lepas dari posisi kedua tim yang seperti terpisah jurang. Tuan rumah berada di peringkat ke-18 alias ada di zona degradasi dengan nilai 23, sedangkan The Blues sedang menjadi pemuncak klasemen dengan koleksi nilai 56.

Namun demikian, Mel mengingatkan bahwa hitung-hitungan terkadang tak berlaku di atas lapangan. Pengalaman 15 bulan lalu sudah menjadi bukti hal tersebut saat ia dan Mourinho berhadapan di La Liga Primera Spanyol.

"Mungkin saja untuk meraih kemenangan. Saya ingat ketika Mourinho melatih Real Madrid dan saya menjadi pelatih Real Betis, tapi kami mengalahkan mereka 1-0," kata Mel di Sports Mole.

"Saya bisa mengalahkannya sat itu, dan meskipun itu bukan kemenangan terbaik dalam karier saya, hasil itu penting bagi para pemain. Apa yang terjadi saat itu bisa menjadi pesan untuk para pemain West Brom," tegasnya.
Madrid - Gelar juara Copa del Rey yang tengah digenggam Atletico Madrid ada dalam ancaman. Untuk mempertahankannya, Atleti pun bertekad tampil ngotot.

Atleti dijadwalkan menjamu Real Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey di Vicente Calderon, Rabu (12/2/2014) dinihari WIB. Menang dengan selisih minimal empat gol tanpa balas menjadi salah satu syarat tim besutan Diego Simeone itu untuk melaju ke partai puncak.

Pekerjaan ekstra berat itu harus dijalani setelah mereka kandas 0-3 pada leg pertama. Waktu itu Thibaut Courtois dibuat tak berdaya dua gol yang membelok lantaran bola terbentur rekan sendiri, plus satu gol dari Jese --yang diawali oleh umpan terobosan ciamik dari Angel Di Maria.

"Kami tak pantas mendapatkan hasil di Bernabeu. Tapi kami adalah Atletico dan kami tak pernah membuang pertandingan. Kami akan memberikan segalanya pada leg kedua," ujar Arda Turan seperti dilansir ESPN.

"Musim ini berjalan bagus, tapi yang paling penting adalah menyelesaikan dengan cara terbaik," kata pemain yang sudah mencatatkan tiga gol dan dua assist musim ini tersebut.

"Kami akan meneruskan kerja keras demi mencapai tujuan kami."

Tahun lalu, Atletico menjadi juara setelah menumbangkan Real Madrid 2-1 di partai final. Ketika itu, gol Cristiano Ronaldo pada menit ke-14 dibalas oleh gol Diego Costa di menit ke-35 dan Joao Miranda di menit ke-99.
Solo - Tim nasional Indonesia U-19 cuma memetik kemenangan tipis saat berhadapan dengan Pra-PON Jawa Tengah. Pelatih 'Garuda Muda' Indra Sjafri pun menilai bahwa barisan depan tim asuhannya masih tumpul.

Saat melakoni laga ujicoba di stadion Manahan, Solo, Senin (10/2/2014) malam WIB, timnas U-19 boleh dibilang tampil kurang greget. Kendati demikian, tim 'Merah Putih' tetap mampu mengemas kemenangan berkat gol yang dilesakan oleh Maldini Palii.

Atas minimnya gol dari sejumlah peluang yang dihasilkan timnas U-19, Indra Sjafri pun mengakui bahwa barisan penyerangan merupakan lini yang masih butuh banyak perbaikan.

"Kita lihat sendiri tadi lini satu sudah bagus, lini dua sudah oke, tapi di lini ketiga terlihat sekali kurang improvisasi dan kurang kombinasi. Dua striker yang dimainkan kelihatan tidak hidup," ujar Indra Sjafri kepada para pewarta usai pertandingan.

Indikasi bahwa lini depan masih tumpul, menurut Indra Sjafri, adalah banyaknya peluang yang tak bisa dikonversi menjadi gol.

"Dengan kenyataan ini berarti memang ada kekurangan pada finishing. Harus lebih dimatangkan lagi dengan lebih serius di sesi-sesi latihan berikutnya," lanjutnya.

Sumber:http://sport.detik.com/sepakbola/read/2014/02/11/000944/2492755/76/indra-sjafri-ujung-tombak-timnas-u-19-masih-tumpul
Solo - Tim Nasional Indonesia U-19 melahap empat laga ujicoba di tur nusantara dengan kemenangan. Meski masih memiliki kekurangan, pelatih Indra Sjafri mengaku puas dengan gaya permainan timnya.

Pada laga ujicoba pertama, timnas U-19 sukses meraih kemenangan 3-1 atas PSS Sleman. Selanjutnya, giliran Persiba Bantul mereka kalahkan dengan skor 2-0.

Kemenangan tersebut berlanjut ketika berhadapan dengan tim Pra-PON DIY, di mana Evan Dimas dkk. menang 3-2. Terakhir, mereka menang tipis 1-0 atas tim Pra-PON Jawa Tengah. Gol semata wayang pada laga terakhir itu dicetak oleh Maldini Pali.

Menurut data dari tim statistik Labbola, di ujicoba terakhir melawan tim Pra-PON Jateng, Timnas U-19 mencatatkan percobaan passing hingga 741 kali dengan 678 di antaranya tepat sasaran. Labbola menyebut, Timnas U-19 mengalami peningkatan akurasi passing mencapai 91 persen.

Dari catatan tersebut, Indra menilai penampilan anak didiknya sebenarnya mengalami peningkatan, kendati masih banyak kekurangan yang menjadi pekerjaan rumah.

"Dari segi possession semakin baik. Kemarin saat melawan tim Pra-PON Jateng (jumlah operan) mencapai angka 700-an. Artinya, pola permainan anak-anak sudah mulai terbentuk," sahut Indra saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Oleh sebab itu, pelatih 51 tahun itu menegaskan tidak akan mengutak-atik gaya permainan 

"Saya tidak ingin mengubah gaya permainan anak-anak. Saya tetap akan mempertahankan gaya main dengan ball possession. Bagaimana membangun serangan dari lini satu, dua, hingga tiga secara konstruktif. Kalau kami menggunakan pola direct-pass, tidak cocok."

"Jika bermain di level Asia dan melawan negara-negara Timur Tengah, Korea Selatan, Korea Utara, dan Jepang, tidak bisa menggunakan pola direct-pass," terangnya.

Kendati masih akan menjalani serangkaian ujicoba lainnya, Indra akan memanfaatkan laga tersebut untuk meningkatkan kemampuan timnya terutama di lini serang yang dinilai kurang kreativitas.

"Pertandingan kemarin monoton. Anak-anak hanya membuka pertahanan dari sisi sayap. Tapi itu semua menjadi pelajaran bagi kami dengan gaya permainan mereka (tim Pra PON-Jateng) yang tertutup. Sehingga kami tahu pemain di lini serang harus berani bermain dengan pola permainan tembok, kombinasi satu-dua, hingga overlap. Itu yang akan kami tingkatkan di sesi latihan dan ujicoba berikutnya," tuturnya.

Selanjutnya, timnas U-19 akan ditunggu ujicoba melawan PSIS Semarang pada 14 Februari mendatang.

Sumber:http://sport.detik.com/sepakbola/read/2014/02/11/141255/2493358/76/2/indra-sjafri-puas-dengan-gaya-main-timnas-u-19-tapi-tetap-berikan-catatan
Jakarta - Sejumlah pemain lama dipanggil ke dalam tim nasional Indonesia untuk menghadapi Arab Saudi. Kendatipun pemain-pemain itu tak lagi muda, Asisten Pelatih Widodo C. Putro menegaskan bahwa pemanggilan itu sudah berdasarkan penilaian tersendiri.

Pelatih timnas Alfred Riedl, melalui Badan Tim Nasional (BTN), sudah memanggil 30 pemain dalam persiapan melawan Arab Saudi pada 5 Maret mendatang. Dalam daftar nama tersebut terdapat sejumlah pemain lama. Cristian Gonzales, misalnya. Pemain berusia 38 tahun itu dipanggil kembali bersama beberapa pemain lama lainnya seperti Firman Utina dan Hamkah Hamzah.

Kendatipun pemanggilan itu boleh jadi mengundang pertanyaan, terlebih mengingat Indonesia sudah dipastikan masuk kotak dalam kualifikasi Piala Asia dan Arab Saudi pun telah meraih tiket lolos, Widodo menyebut keputusan itu sudah didasarkan pada kriteria Riedl.

"Alfred Riedl mengatakan bahwa untuk memperkuat sebuah tim jangan dilihat dari umurnya tapi lihat dari performa dan kontribusinya. Dan konsistensi mereka dan cara bermain mereka sesuai keinginan Riedl," ujar Widodo ketika dihubungi, Selasa (11/2/2014).

"Kalau untuk Cristian Gonzales, tidak ada masalah dengan umurnya meski sudah tidak muda. Tetapi kami tim pelatih mempunyai pertimbangan lainnya," lanjutnya.

Terkait tidak dipanggilnya pemain yang merumput di luar negeri seperti Andik Vermansah dan Sergio van Dijk, Riedl sendiri pernah mengatakan bahwa ia cuma akan memantau pemain yang tampil reguler di klubnya masing-masing. "Saya tetap memantau pemain yang ada di luar negeri. Tapi saya hanya melihat mereka yang sering bermain untuk timnya. Bukan yang jarang dimainkan atau cadangan," kata Riedl beberapa waktu lalu.

Sumber:http://sport.detik.com/sepakbola/read/2014/02/11/155537/2493507/76/wajah-wajah-lama-dipanggil-lagi-ke-timnas-widodo-jangan-lihat-umurnya?b99220170
Jakarta - Napoli menderita kekalahan di dua laga terakhirnya. Upaya bangkit Partenopei tidak akan mudah karena yang datang berkunjung di akhir pekan ini adalah AC Milan.

Napoli terus tercecer dalam persaingan di papan atas Serie A. Skuat besutan Rafael Benitez gagal meraih kemenangan di tiga laga terakhir Serie A setelah masing-masing bermain imbang dengan Bologna dan Verona serta dipermalukan Atalanta dengan 0-3.

Kekalahan beruntun bahkan dicatatkan Marek Hamsik dkk, karena kemarin mereka juga dibuat tak berdaya oleh AS Roma dalam laga semifinal Coppa Italia. Dalam laga yang berjalan sengit itu, Napoli menyerah 2-3.

Setelah rangkaian hasil buruk tersebut, upaya Napoli bangkit akan dapat hadangan yang berpotensi menyulitkan karena akan datang bertamu Milan.

Rossoneri bersama Clarence Seedorf meraih tujuh poin dari sembilan angka maksimal yang bisa diraih pada tiga laga terakhir. Belum saatnya memang menyebut Milan telah bangkit, namun trens positif yang diciptakan Seedorf diyakini membuat penggawa Diavolo Rosso kini punya mental yang jauh lebih baik dibanding beberapa pekan lalu.

Dari statistik pertemuan kedua tim, Napoli sementara ini unggul tipis dengan meraih 23 kemenangan, sementara Milan mengumpulkan 21 kemenangan. Hasil imbang yang muncul saat kedua tim berhadapan tercatat muncul sembilan kali.

Milan, yang pekan lalu diimbangi Torino 1-1, akan bisa kembali diperkuat Mario Balotelli. Super Mario, yang di sepanjang musim ini sudah mencetak sembilan gol di Serie A, absen setelah dapat akumulasi kartu.

10 Pertemuan Terakhir Napoli dan Milan di Serie A

Milan 1 - 2 Napoli
Milan 1 - 1 Napoli
Napoli 2 - 2 Milan
Milan 0 - 0 Napoli
Napoli 3 - 1 Milan
Milan 3 - 0 Napoli
Napoli 1 - 2 Milan
Milan 1 - 1 Napoli
Napoli 2 - 2 Milan
Napoli 0 - 0 Milan