Berita Terbaru

Komunitas bawah tanah atau underground? … Betul, komunitas yang tidak terlihat, tidak terdeteksi, seperti siluman, mereka hidup & berjaya di dunia maya – tanpa terdeteksi oleh pengguna Internet biasa, tak terdeteksi oleh sistem administrator WARNET & ISP.

Siapakah mereka? – mereka adalah para hacker. Media & stereotype masyarakat membentuk karakter hacker sebagai orang jahat dan suka merusak. Stereotype ABG 15-20 tahun-an, yang duduk di belakang komputer berjam-jam, masuk ke sistem dan men-delete, berbelanja menggunakan kartu kredit curian atau menghancurkan apa saja yang bisa mereka hancurkan – “anak” ini dikenal sebagai cracker bukan sebagai hacker. Cracker ini yang sering anda dengar di berita / media, mematikan situs web, menghapus data dan membuat kekacauan kemanapun mereka pergi. Hacker yang betul sebenarnya tidak seperti yang ada dalam stereotype banyak orang di atas.

Di dunia elektronik underground nama jelas & nama lengkap tidak digunakan. Orang biasanya menggunakan nama alias, callsign atau nama samaran. Hal ini memungkinkan kita bisa menyamarkan identitas, dan hanya di kenali sesama underground. Beberapa nama diantara hacker Indonesia bisa dikenali seperti hC, cbug, litherr, fwerd, d_ajax, r3dshadow, cwarrior, ladybug, chiko, gelo, BigDaddy dsb..

Apakah perbedaan mendasar antara seorang cracker & hacker? Di http://www.whatis.com, cracker di definisikan sebagai “seseorang yang masuk ke sistem orang lain, biasanya di jaringan komputer, membypass password atau lisensi program komputer, atau secara sengaja melawan keamanan komputer. Cracker dapat mengerjakan hal ini untuk keuntungan, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem”

Berbeda dengan Cracker, Hacker menurut Eric Raymond di definisikan sebagai programmer yang pandai. Sebuah hack yang baik adalah solusi yang cantik kepada masalah programming dan “hacking” adalah proses pembuatan-nya. Ada beberapa karakteristik yang menandakan seseorang adalah hacker, seperti (1) dia suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau system, (2) dia melakukan pemrograman tidak cuma berteori saja, (3) dia bisa menghargai, menikmati hasil hacking orang lain, (4) dia dapat secara cepat belajar pemrogramman, dan (5) dia ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti “UNIX hacker”.

Yang menarik, ternyata dalam dunia hacker terjadi strata / tingkatan / level yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya, bukan karena umur atau senioritasnya. Proses yang paling berat adalah untuk memperoleh pengakuan / derajat / acknowledgement diantara masyarakat underground, seorang hacker harus mampu membuat program untuk meng-eksploit kelemahan sistem, menulis tutorial (artikel) biasanya dalam format ASCII text biasa, aktif diskusi di mailing list / IRC channel para hacker, membuat situs web dsb. Entah kenapa warna background situs web para hacker seringkali berwarna hitam gelap, mungkin untuk memberikan kesan misterius. Proses memperoleh acknowledgement / pengakuan, akan memakan waktu lama bulanan bahkan tahun, tergantung ke piawaian hacker tersebut.

Proses memperoleh pengakuan di antara sesama hacker tidak lepas dari etika & aturan main dunia underground. Etika ini yang akhirnya akan membedakan antara hacker & cracker, maupun hacker kelas rendahan seperti Lamer & Script Kiddies. Salah satu etika yang berhasil di formulasikan dengan baik ada di buku Hackers: Heroes of the Computer Revolution, yang ditulis oleh Steven Levy 1984, ada enam (6) etika yang perlu di resapi seorang hacker:
1. Akses ke komputer – dan apapun yang akan mengajarkan kepada anda bagaimana dunia ini berjalan / bekerja – harus dilakukan tanpa batas & totalitas. Selalu mengutamakan pengalaman lapangan!
2. Semua informasi harus bebas, terbuka, transparan, tidak di sembunyikan.
3. Tidak pernah percaya pada otoritas, penguasa – percaya pada desentralisasi.
4. Seorang hacker hanya di nilai dari kemampuan hackingnya, bukan kriteria buatan seperti gelar, umur, posisi atau suku bangsa.
5. Seorang hacker membuat seni & keindahan di komputer.
6. Komputer dapat mengubah hidup anda menuju yang lebih baik.
Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio dl.packetstormsecurity.net/docs/hack/ethics/my.code.of.ethics.html yaitu:
• Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
• Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
• Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
• Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
• Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.
• Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
• Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
• Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
• Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
• Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.
Jelas dari Etika & Aturan main Hacker di atas, sangat tidak mungkin seorang hacker betulan akan membuat kerusakan di komputer.

Tentunya ada berbagai tingkatan / strata di dunia underground. Saya yakin tidak semua orang setuju dengan derajat yang akan dijelaskan disini, karena ada kesan arogan terutama pada level yang tinggi. Secara umum yang paling tinggi (suhu) hacker sering di sebut ‘Elite’; di Indonesia mungkin lebih sering di sebut ‘suhu’. Sedangkan, di ujung lain derajat hacker dikenal ‘wanna-be’ hacker atau dikenal sebagai ‘Lamers’. Yang pasti para pencuri kartu kredit bukanlah seorang hacker tingkat tinggi, mereka hanyalah termasuk kategori hacker kelas paling rendah / kacangan yang sering kali di sebut sebagai Lamer. Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan biasanya ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Lamer biasanya membaca atau mendengar tentang hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer Lamer terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS (Denial of Service). Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya Lamer hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Developed Kiddie, dua tingkat di atas Lamer – di sebut Kiddie karena kelompok ini masih muda (ABG) & masih sekolah (SMU atau sederajat). Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya. Umumnya mereka masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
Script Kiddie, seperti tingkat di atasnya, yaitu developed kiddie, biasanya melakukan aktifitas hacking berbasis pada Grafical User Interface (GUI). Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

Dua tingkat tertinggi para hacker & yang membuat legenda di underground dunia maya, adalah tingkat Elite & Semi Elite. Barangkali kalau di terjemahkan ke bahasa Indonesia, tingkat ini merupakan suhu dunia underground. Elite juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.

Semi Elite - hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer.
Sombong merupakan salah satu sebab utama seorang hacker tertangkap. Mereka menyombongkan diri & memproklamirkan apa yang mereka capai untuk memperoleh pengakuan dari yang lain. Hacker lain, karena pengetahuan-nya masih kurang, biasanya akan memilih target secara hati-hati, tanpa terlihat, diam-diam seperti siluman di kegelapan malam. Setelah melalui banyak semedi & membaca banyak buku-buku tentang kerja jaringan komputer, Request For Comment (RFC) di Internet & mempraktekan socket programming. Semua ini tidak pernah di ajarkan di bangku sekolah maupun kuliah manapun. Secara perlahan mereka akan naik hirarki mereka sesuai dengan kemampuannya, tanpa menyombongkan dirinya – itulah para suhu dunia underground.. 

Umumnya pembuatan software akan sangat berterima kasih akan masukan dari para hacker, karena dengan adanya masukan ini software yang mereka buat menjadi semakin baik. Memang kadang eksploit yang dihasilkan para hacker tidak langsung di peroleh si perusahaan software, tapi di tahan oleh komunitas underground ini – sampai digunakan oleh lamers & membuat kekacauan.

Bagaimana proses hacking dilakukan? Ah ini bagian paling menarik dalam dunia underground. Ada bermacam-macam teknik hacking, yang paling menyebalkan adalah jika terjadi Denial of Service (DoS) yang menyebabkan server / komputer yang kita gunakan menjadi macet / mati. Terlepas dari masalah menyebalkan, secara umum ada empat (4) langkah sederhana yang biasanya dilakukan, yaitu:
1. Membuka akses ke situs.
2. Hacking root (superuser)
3. Menghilangkan jejak.
4. Membuat backdoor (jalan belakang), untuk masuk di kemudian hari.
Hmmm bagaimana secara singkat lebih jauh proses hacking ini dilakukan? Untuk dapat mengakses ke dalam sebuah situs biasanya melalui beberapa proses terlebih dulu, seperti hal-nya dinas intelejen, kita harus tahu persis segala sesuatu tentang perusahaan & situs yang akan kita masuki, rencana melarikan diri kalau ada apa-apa dsb. Proses intelejen ini dilakukan dalam tiga (3) tahapan besar, yaitu footprinting, scanning & enumeration. Footprinting untuk mengetahui seberapa besar scope / wilayah serangan bisa dilihat dari berbagai file HTML perusahaan tsb, perintah whois, host, dig, nslookup pada Linux untuk melihat scope host yang perlu di serang / di amankan. Scanning untuk melihat servis apa saja yang ada di mesin-mesin tersebut, topologi jaringan dsb. bisa dilakukan mengunakan perintah ping, traceroute, nmap, strobe, udp_scan, netcat di Linux & terakhir Cheops untuk melakukan network mapping. Enumeration sistem operasi yang jalan di server target apakah Windows NT/2000 / Linux / Netware. Program seperti snmputil, enum, dumpsec, showmount, rcpinfo, finger menjadi sangat “handy”.

Setelah proses intelejen di lakukan dengan baik proses serangan dapat mulai dikerjakan. Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Detail sepuluh (10) besar serangan di Internet bisa dibaca di http://www.sans.org/ Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).

Agar hacker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate / proxy server; dapat melalui unauthenticated SOCKproxy port 1080 atau open Web proxy port 80, 81, 8000, 8080.

Langkah selanjutnya, hacker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.

Selanjutnya hacker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Hacker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti 'ps' & 'netstat' di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi hacker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.

Setelah hacker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka hacker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Cara paling sederhana menggunakan script kiddies yang tersedia di Internet di  http://www.hackingexposed.com seperti cgiscan.c, phfscan.c dsb. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Hacker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).

Untuk menghilangkan jejak, seorang hacker biasanya melakukan operasi pembersihan 'clean-up‘ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Program seperti zap, wzap, wted, remove akan membantu. Walaupun simpel text editor seperti vi dapat juga melakukan pekerjaan itu. Jangan lupa menambahkan program 'backdooring' dengan cara Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh. Selanjutnya seorang hacker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, tapi seorang hacker yang baik akan memberitahukan sistem administrator tentang kelemahan sistemnya & tidak akan pernah menjalankan perintah ‘rm –rf / &’.

Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm –rf / &’.
Jim Geovedi adalah orang yang berbahaya. Pada masa ketika nyaris semua informasi dan manusia terkoneksi, Jim, jika dia mau, bisa setiap saat keluar masuk ke sana: melongok percakapan surat elektronik atau sekedar mengintip perselingkuhan anda di dunia maya.
Lebih dari itu, dia bisa saja mencuri data-data penting: lalu lintas transaksi bank, laporan keuangan perusahaan atau bahkan mengamati sistem pertahanan negara.
“Kalau mau saya bisa mengontrol internet di seluruh Indonesia,“ kata Jim dalam percakapan dengan Deutsche Welle. Saat saya tanyakan itu kepada pengamat IT Enda Nasution, dia mengaku percaya Jim Geovedi bisa melakukan itu.

Saya memilih percaya dan tidak mau menantang Jim untuk membobol situs Deutsche Welle.
Dia adalah hacker Indonesia dengan reputasi global: hilir mudik Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow menjadi pembicara pertemuan hacker internasional yang sering dibalut dengan nama seminar sistem keamanan. Dalam sebuah pertemuan hacker dunia, Jim memperagakan cara meretas satelit: ya, Jim bisa mengubah arah gerak atau bahkan menggeser posisi satelit. Keahliannya ini bisa anda lihat di Youtube.
Jim Geovedi sejak 2012 pindah ke London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi bersama rekannya. Dia menangani para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, perbankan dan telekomunikasi. Dua tahun terakhir, dia mengaku tertarik mengembangkan artificial intelligence komputer.
Tapi Jim Geovedi menolak disebut ahli. Dalam wawancara, Jim lebih suka menganggap dirinya “pengamat atau kadang-kadang partisipan aktif dalam seni mengawasi dari tempat yang jauh dan aman.“
Tidak, Jim bukan lulusan sekolah IT ternama. Lulus SMA, Jim menjalani kehidupan jalanan yang keras di Bandar Lampung sebagai seniman grafis. Beruntung seorang pendeta memperkenalkan dia dengan komputer dan internet. Sejak itu, Jim Geovedi belajar secara otodidak: menelusuri ruang-ruang chatting para hacker dunia.

Deutsche Welle
Apa saja yang pernah anda hack?

Jim Geovedi
Saya tidak pernah menghack…kalaupun ya, saya tidak akan mengungkapkannya dalam wawancara, hehehe. Tapi saya banyak dibayar untuk melakukan uji coba sistem keamanan. Saya punya konsultan perusahaan keamanan untuk menguji aplikasi dan jaringan. Klien saya mulai dari perbankan, telekomunikasi, asuransi, listrik, pabrik rokok dan lain-lain.

Deutsche Welle
Bagaimana anda membangun reputasi sebagai hacker?

Jim Geovedi
Saya tidak memulai dengan menghack sistem, kemudian setelah terkenal membuka identitas dan membangun bisnis sistem keamanan. Sejak awal, saya lebih banyak bergaul dengan para hacker dunia ketimbang Indonesia, dan dari sana saya sering diundang menjadi pembicara seminar atau diwawancara media internasional. Beberapa tahun setelah itu saya mulai diperhatikan di Indonesia. Tahun 2004, saya diminta membantu KPU (saat itu data pusat penghitungan suara Pemilu diretas-red) yang kena hack. Saya disewa untuk mencari tahu siapa pelakunya (seorang hacker bernama Dani Firmansyah akhirnya ditangkap-red). Ketika wireless baru masuk Indonesia tahun 2003, saya sudah diminta menjadi pembicara di Kuala Lumpur tentang bahaya sistem itu. Tahun 2006, saya diminta menjadi pembicara isu sistem keamanan satelit, dan itu yang mungkin membuat nama saya naik.

Deutsche Welle
Apakah anda bisa menghack satelit?

Jim Geovedi
Ya bisa, satelit itu sistemnya cukup unik. Orang yang bisa mengontrol satelit harus tahu A sampai Z tentang isi satelit. Dan satu-satunya cara adalah anda harus masuk ke ruang operator atau berada dalam situasi kerja sang operator (dengan meretasnya-red). Dari sana anda akan memahami semua hal: satelit ini diluncurkan kapan, bagaimana cara kontrol, sistem apa yang digunakan. Setelah itu anda akan bisa memahami: oh di sini toh kelemahan sistemnya. Itu semua total insting. Semakin sering anda mempelajari kasus, jika berhadapan dengan kasus lain, anda akan bisa melihat adanya kesamaan pola. Kalau anda sudah melihat kesamaan pola, maka anda akan tahu.

Deutsche Welle
Satelit mana saja yang pernah anda hack?

Jim Geovedi
Hahaha…saya harus berada di lingkungan operatornya.

Deutsche Welle
Tapi anda bisa masuk ke lingkungan itu dari jarak jauh (meretas-red) kan?

Jim Geovedi
Hahaha, untuk satu atau dua kasus itu bisa dilakukan.

Deutsche Welle
Satelit mana yang anda hack?

Jim Geovedi
Itu satelit klien saya hahaha…satelit Indonesia dan satelit Cina.

Deutsche Welle
Apa yang anda lakukan dengan satelit itu?

Jim Geovedi
Saat itu saya diminta menguji sistem keamanan kontrol satelit, dan saya melihat: oh ini ada kemungkinnan untuk digeser atau dirotasi sedikit… lalu ya saya geser…dan itu membuat mereka panik karena agak sulit mengembalikan satelit itu ke orbit. Untung mereka punya bahan bakar ekstra. Mereka bilang: oke cukup jangan diteruskan. Satelit yang dari Cina bisa saya geser tapi kalau yang dari Indonesia saya ubah rotasinya.
 
Deutsche Welle
Dengan kemampuan seperti ini, bagaimana anda mengatasi godaan?

Jim Geovedi
Kalau mau, saya bisa mengontrol internet seluruh Indonesia. Saya bisa mengalihkan traffic (lalu lintas data-red), saya bisa mengamati traffic yang keluar ataupun masuk Indonesia. Saya bisa memodifikasi semua transaksi keuangan…dengan kapasitas saya itu mungkin saja dilakukan. Tapi buat apa? Saya termasuk orang yang bersyukur atas apa yang saya punya. Saya nggak punya interest berlebihan soal materi.

Tonton videonya saat Jim Geovedi mempresentasikan meretas satelit

SINGAPURA - Hanya butuh sentuhan halus untuk memindahkan seisi data kartu prabayar ke tablet android yang dipegang Firman Azhari.
Seperti yang diberitakan BBC Indonesia, temuannya itu telah mengantar mahasiswa S2 Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung ini meraih juara pertama Kompetisi Kaspersky Academy tingkat Asia Pasifik dan Timur Tengah di kampus National University of Singapore.
NFC dalam bahasa elektronika adalah kepanjangan dari near field communication atau dalam bahasa sederhana dalam jarak dekat, data antara dua perangkat berbeda bisa dipindahkan.
"NFC bekerja dalam medan dengan jarak dekat, jadi secara efektif kita bisa melakukan komunikasi dengan kartu atau apa pun dalam jarak efektif 1-3 cm," kata Firman dalam wawancara dengan BBC Indonesia, Rabu (10/4/2013).
Menurut Firman, ancaman akan keamanan kartu berbasis NFC muncul setelah banyak produk telepon pintar membenamkan teknologi NFC dalam ponsel terbaru mereka.
Rasa penasaran akan keamanan kartu berbasis NFC seperti kartu prabayar dituangkannya dalam makalah berjudul "Detection of Security Vulnerability in Indonesian NFC Application" yang dilombakan di Singapura.
Meski hasil risetnya terbilang serius, ia mengaku sempat tidak percaya diri setelah melihat karya-karya para peserta lain, Firman justru membuat para juri tercengang setelah berhasil "mencuri" isi kartu tanda mahasiswa Malaysia yang juga berfungsi sebagai kartu perjalanan elektronik untuk bus dan kereta api.
Selain diganjar hadiah uang sebesar US$1.000, mahasiswa berusia 23 tahun itu akan maju dalam Kompetisi Kapersky tingkat dunia yang diadakan di Royal Holloway University of London, Inggris.
Bertemu Bank Indonesia
Meski menegaskan bahwa kartu NFC di Indonesia mayoritas masih aman, temuannya tak urung memicu rasa ingin tahu Bank Indonesia.
Hari ini ia diundang bertemu dengan sejumlah pejabat Bank Indonesia untuk berbincang mengenai temuannya.
"Pertemuan hari ini ekspose tentang apa yang sudah saya kerjakan, mungkin mereka dapat latar belakang dari media kalau saya bisa tembus kartu," kata Firman.
"Lebih pada sosialisasi kartu apa saja yang bisa dilihat, kartu apa saja yang belum dan potensi penyalahgunaannya bagaimana ke depan," tambahnya.
Bank Indonesia membagi instrumen pembayaran jadi beberapa yaitu uang tunai, kartu debit, kartu kredit dan kartu prabayar.
"Di Indonesia kartu berbasis NFC banyak dipakai untuk kartu prabayar yang tidak terhubung dengan simpanan, kalau di negara lain kartu kredit sudah ditanamkan NFC," kata dia lagi.
Menurut Firman, rentannya pembobolan kartu NFC seharusnya membuat para penerbit kartu menerapkan sistem keamanan mumpuni dan untuk mengikuti tren teknologi khususnya NFC.
"Karena kalau tidak di-update informasi tentang kerentanan keamanan bisa jadi tidak diketahui dan akhirnya asal terbit atau asal issue karena cuma mementingkan mudah dan cepat tapi tidak memikirkan sisi keamanannya," kata dia.
Ia menyarankan agar para penerbit kartu melakukan semacam benchmark dengan institusi dalam dan luar negeri, seperti di Eropa.

http://www.tribunnews.com/2013/04/11/mahasiswa-itb-temukan-aplikasi-pembuka-kartu-bank
Cybercrimes always have cybertrails. Di era serba digital seperti sekarang ini, setiap kasus pasti memiliki jejak digital dan bisa dilacak.Kasus pembunuhan aktivis HAM (Munir), pembunuhan David Hartanto Widjaja (mahasiswa NTU Singapura), kecurangan pajak, kasus Bank Century, hingga tersebarnya video biru artis papan atas Indonesia merupakan beberapa contoh kasus yang mengandalkan barang bukti digital dalam penyelesaiannya.
Tak banyak orang yang menganggap barang digital itu penting. Apalagi untuk orang awam yang hanya ngerti menggunakan perangkat tersebut. Namun, tidak demikian Ruby Alamsyah. Barang bukti digital merupakan santapan lezatnya. Sepak terjangnya di dunia forensik digital pun layak diacungi jempol. Banyak kasus besar yang ditangani Mabes Polri maupun Polda Jakarta melibatkan jasanya sebagai seorang Digital Forensic Analyst (DFA).
Seperti apakah seluk-beluk dunia forensik digital yang digeluti Ruby Alamsyah dan tokoh-tokoh lainnya? Apa urgensi profesi ini dalam penuntasan kasus-kasus kriminal?
Langka Pesaing
“Tugas saya sebagai DFA adalah menganalisis barang bukti digital yang ditemukan polisi,” terang Ruby. “Untuk kasus video yang baru-baru ini terjadi, tugas saya tentu melacak siapa yang menjadi penyebar pertama, berikut barang bukti lainnya yang memiliki memori. Kalau menganalisis keaslian foto/video bukan wewenang saya,” imbuh pria kelahiran Jakarta, 23 November 1974 ini.
Peranan seorang ahli forensik digital di era teknologi seperti saat ini, boleh jadi terbilang penting. Ilmu forensik memiliki andil yang besar dalam menganalisis barang bukti digital. Turunan ilmu IT Securityini memang bertugas menganalisis barang bukti digital secara ilmiah demi menemukan bukti suatu tindak kejahatan. Barang bukti tersebut tentu harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik di mata hukum.
Menurut Ruby, barang bukti digital yang bisa dianalisis tidak melulu notebook, tapi juga personalcomputer (PC), handphone, PDA, MP3 player, dan sebagainya. Menurut pria yang menjadi satu-satunya warga Indonesia anggota High Technology Crime Investigation Association/HTCIA ini, semuayang memiliki memori, baik itu memori internal maupun eksternal dapat dianalisis.
Digital Forensic Analyst (DFA)
Untuk masuk ke organisasi yang mayoritas anggotanya terdiri dari para polisi itu tidaklah mudah. Sebagian besar wajib memiliki track record baik dalam melewati kasus-kasus besar dan mengungkap jejak digital menjadi sebuah barang bukti yang kuat di pengadilan. Untuk menangani kasus besar pun harus ada referensi dari polisi atau penegak hukum di negara setempat, sejumlah sertifikasi yang dimiliki, sertaresume. Seluruh persyaratan tadi lalu dibawa ke semacam rapat komite. Nah, di sinilah baru ditetapkan apakah seseorang bisa menjadi member HTCIA atau tidak. Faktor inilah yang lantas memunculkan anggapan bahwa menjadi anggota HTCIA tidaklah mudah.  
Ruby sendiri sudah mengantongi 4 sertifikasi di bidang forensik digital, yaitu GCIH (GIAC Certified Incident Handler) dari SANS Institute, USA; GCFA (GIAC Certified Forensic Analyst) dari SANS Institute, USA; CHFI (Computer Hacking Forensic Analyst) dari EC-Council, USA; ENCE (Encase Certified Examiner), dari Guidance Software; dan ACE (Accessdata Certified Examiner), dari AccessData.
Untuk mendapatkan sertifikasi-sertifikasi tersebut, sebagian besar harus melalui training resmi terlebih dahulu. Setiap training pun berbeda jangka waktunya. “Rata-rata 1 sampai dengan 2 minggu. Itu hanya training saja, untuk ujiannya ada yang mengambil langsung setelah training, ada juga yang menunggu beberapa waktu untuk belajar lebih detail lagi baru mengambil ujiannya,” jelas Ruby.
“Ada satu sertifikasi DF yang setelah lulus ujian tertulis, akan diberikan ujian praktik (dengan barang bukti digital Asli) dan diberi waktu selama 60 hari untuk menyelesaikannya,” ungkapnya. Sertifikasi di sini sebenarnya adalah sebagai penunjang/pendukung keahlian seseorang. Pada akhirnya pendidikan formal dan pengalaman jualah yang akan menentukan porsi keahlian seseorang. Artinya untuk menjadi seorang DFA, seseorang minimal harus memiliki latar belakang pendidikan TI.
Diakui Ruby, dirinya tertarik dengan forensik digital karena pesaingnya masih sedikit. Orang yang seperti Ruby memang masih sedikit. Pasalnya banyak orang TI yang enggan bersentuhan dengan dunia kepolisian, politisi, maupun hukum di Indonesia. Klien seorang DFA pun tidak sebarangan. “Klien saya sejak tahun 2006, sebagian besar adalah penegak hukum (Polri dan Kejaksaan. red). Mulai tahun 2009 sudah mulai banyak klien korporasi maupun klien individu. Saya sudah pernah menjadi saksi ahli di persidangan kasus perdata dan pidana (di pengadilan negeri.red), serta pengadilan di Badan Arbitrase Nasional,” urainya. Ruby juga bercerita, dirinya bahkan sempat mendapat bayaran 5 ribu dolar untuk tiga puluh menit.


Melacak Penyebar Pertama Video
Khusus untuk kasus tersebarnya video syur yang lalu, tugas seorang DFA adalah melacak pelaku penyebar pertama yang meng-upload video. Yang pertama-tama dilakukan adalah melakukan analisis/riset secara mendalam dan menyeluruh guna mengetahui siapa individu yang lebih dahulu memiliki file tersebut. Langkah yang ditempuh misalnya melakukan pelacakan awal mula penyebaran (dari yang melakukan penyebaran pada hari H), lalu meruut dan melacak siapa yang memiliki data tersebut paling awal.
Dalam hal ini sangat dimungkinkan untuk juga melacak IP address bila tidak diketahui secara pasti siapa individu tersebut. Untuk memudahkan pekerjaan, seorang DFA diperbolehkan melakukan kerjasama dengan ISP terkait yang memiliki log pelanggannya. ID-SIRTII pun bisa dimintai bantuan guna mendapatkan data lebih lanjut. Dari sini akan bisa menjadi peringatan bagi kita untuk tidak sebarang mengunggah foto/video ke dunia maya.
Seperti prajurit yang sedang bertempur, seorang DFA juga menggunakan "senjata" dalam melakukan pelacakan. Ruby menjabarkan aneka software yang digunakan biasanya tergantung dari kebutuhan setiap kasus. Namun, bila sudah mendapatkan barang bukti digital secara fisik, baru dilakukan proses forensik digital secara detail. Namun sebelum itu, tekniknya bisa menggunakan e-discovery.
Bagi yang masih awam, e-discovery merupakan teknik pencarian data elektronik, di mana data elektronik tersebut ditempatkan/berada, serta bagaimana mengamankan dan menyitanya untuk dapat dijadikan barang bukti pada sebuah kasus. E-discovery dapat dilakukan pada komputer tertentu, atau pun pada jaringan tertentu. Pada bidang forensik digital, e-discovery merupakan proses investigasi yang dilakukan terhadap harddisk pada komputer tertentu. Barang bukti tersebut selanjutnya mengalami proses kloning (forensic imaging).
Perangkat yang digunakan untuk melakukan computer forensic dan mobile phone forensic pun berbeda. “Untuk computer forensic, saya menggunakan Encase v6.15, FTK 3, Sleuthkit-Autospy, Helix, dd, Forensic Duplicator (Tbleau-TD1), Forensic Write Blocker, dan lain-lain. Sementara untuk [melakukan] mobile phone forensic, [saya] menggunakan Cellbrite, XRY/XACT, Paraben Device Seizure, Bitpim, dan lain-lain,” jelasnya.
Adakah kesulitan yang dialami? Pasti ada. Biasanya Ruby mengalami kendala ketika menjumpai aneka file yang tersembunyi (steganography) dan terenkripsi. “Seperti layaknya criminal non-cyber, biasanya sepintar-pintarnya penjahat pasti akan meninggalkan jejak. Tinggal sepintar-pintarnya tim penyidik untuk mendapatkan jejak apa yang tertinggal,” jelas pria yang biasa mengisi waktu senggangnya dengan membaca buku dan menonton film ini. Ada tools dan teknik-teknik tertentu untuk menyiasati masalah tersebut. Misalnya untuk menghadapi steganography, penyelidik bisa menggunakan software “Steg-detect” guna mendapatkan file tersembunyi tersebut.
Demikian halnya untuk pelaku tindak kejahatan cyber yang menggunakan jaringan wireless. Pelacakan dapat dilakukan dengan mencari log serta data-data lain, misalnya berupa CCTV tempat jaringan itu berada. Lalu, bagaimana jika yang dilacak adalah individu yang sedang menggunakanmobile phone? “Tentu saja pelacakan bisa dilakukan secara remote/mobile,” tegas Ruby.
Ruby juga menjelaskan proses penyelidikan setiap tindak kejahatan cyber sudah pasti membutuhkanbandwidth. Namun menurutnya, bandwidth bukanlah hal utama, pun tidak perlu menggunakanbandwidth besar-besar, karena bukan untuk melakukan offensive attackBandwidth hanya dibutuhkan untuk koneksi internet saja, tidak lebih.


Prosedur Forensik Digital 
Seperti juga pekerjaan profesional lainnya, seorang DFA harus mematuhi peraturan keanggotaan yang sudah ditetapkan.“Jika saya melanggar, saya bisa dikeluarkan dari keanggotaan (HTCIA, red),” beber Ruby.
Istimewanya, seorang DFA dapat memberikan masukan kepada penegak hukum tentang barang bukti digital apa saja yang mungkin terkait dalam sebuah kasus, selain merekomendasikan proses penyitaan, melakukan proses cloning barang bukti digital, melakukan proses analisis, membuat laporan, sampai menjadi saksi ahli di persidangan bila dibutuhkan.
Dalam menjalankan tugasnya, ada 4 (empat) langkah yang menjadi prosedur operasional standar (standard operating prochedure/SOP) seorang DFA. Pertama, mengkloning barang bukti digital yang sudah ada di polisi. Kloning di sini menggunakan metodologi khusus byte by byte copy cloning. Kedua, menganalisis barang bukti dari barang duplikasi. Jadi bukan barang bukti asli yang diteliti karena bisa rusak. Jika barang bukti asli rusak, kasus bisa gagal. Barang bukti berubah satu bytesaja bisa rusak dan dianggap tidak valid. Ketiga, melakukan proses recovery dan analisis lebih lanjut. Keempatmelakukan reporting. Ruby menambahkan bahwa analisis harus dilakukan pada barang bukti duplikasi, bukan yang asli. Hal ini untuk menghindari kehilangan/perubahan/kerusakan data pada barang bukti asli.
Menariknya, bidang forensik digital ini mengawinkan dua disiplin ilmu, yakni ilmu komputer dan ilmu hukum. Untuk Indonesia, pasar seperti ini masih sangat luas. “IT di Indonesia ke depannya bersinggungan dengan dunia hukum, which is every day akan selalu ada potential market,” tegas Ruby. Mulai dari penegak hukun, kuasa hukum, sampai korporasi maupun individu menjadi pasar potensial (potential market) dari forensik digital (digital forensic). Tidak dapat dipungkiri pula bahwa tindak kriminal setiap hari semakin meningkat. Apalagi melihat ketergantungan individu terhadap perangkat teknologi yang semakin meningkat pula. Dapat dipastikan pula bahwa kemungkinan besar di setiap kasus kriminal mana pun, akan terdapat barang bukti digital yang dapat dianalisis dengan forensik digital.
Mewakili seorang DFA, Ruby mengaku masih memiliki impian yang ingin dicapai. Nantinya, ia berharap Indonesia dapat segera memiliki aturan/guideline tentang proses penanganan barang bukti digital (yang tepat dan baik bagi penegak hukum pada khususnya). UU ITE serta RUU Tipiti dapat menjadi batu pijakan untuk dapat segera merealisasikan aturan tersebut. Pada akhirnya semua kasus yang berhubungan dengan barang bukti digital dapat ditangani dengan tepat dengan integritas yang terjaga secara utuh. (*)


Melacak Wajah
Ilmu forensik tidak melulu harus terkait dengan notebook/harddisk. Apalagi jika barang bukti tindak kejahatan berhubungan dengan foto/video. Biasanya yang digunakan adalah forensik bidang kedokteran. Misalnya saja kasus bom bunuh diri teroris atau tersebarnya video biru yang lalu. Untuk mengungkap kasus seperti itu, digunakanlah suatu teknik bernama superimposed. Di sinilah kemampuan seorang ahli seperti drg. Peter Sahelangi, DFM (Senior Superintendent ( Ret )Forensic Odontologist) diperlukan.
Superimposisi Cranio Facial
Superimposisi Cranio Facial  adalah suatus sistem pemeriksaan untuk menentukan jati diri seseorang dengan membandingkan foto korban/rekaman video semasa hidupnya (ante mortem) dengan tengkorak/ jenazah korban yang ditemukan kemudian (post mortem),” jelas mantan Kepala Rumah Sakit (RS) Polri tahun 1976-2008 ini.
Prinsip kerjanya yaitu dengan cara membandingkan titik anatomis dalam wajah/tengkorak yang tidak bisa berubah/diubah kemudian ditumpangtindihkan/ superimposed (dengan teknik-teknik tertentu dan alat-alat tertentu yang disebutskull mounting & orientation device (SMOD). Teknik ini dapat dilakukan pada jenazah dan tentu saja orang yang masih hidup.
Yang bisa melakukan teknik ini pun tidak sebarangan orang. Untuk melakukan hal ini, diperlukan seorang yang setidaknya memiliki pengetahuan anatomi tubuh secara baik, misalnya dokter/dokter gigi. Ilmu forensik yang dimiliki Peter diakuinya didalami dengan cara kursus. Itu pun gampang-gampang susah. Menurutnya, orang tersebut juga harus mengenal pribadi si expert atau berkawan dengan mereka, baru mereka mau terbuka menularkan ilmunya.
Peter juga bercerita mengenai kasus yang heboh sekarang, yang dulu juga pernah terjadi di Malaysia (saat video seks seorang pejabat dengan artis-artis Malaysia tersebar). Alat yang digunakan pun sama, yakni menggunakan SMOD.
Untuk melakukan analisis terhadap foto/gambar, tidak ada prosedur khusus seperti seorang DFA (yang harus melalui empat tahap). “Yang penting ada surat permintaan dari penyidik, [baru akan] kami laksanakan,” jelas pria kelahiran 60 tahun silam ini. Selain SMOD, masih ada beberapa perangkat lain yang digunakan, seperti video dan komputer dengan program Adobe Photoshop.
Lamanya waktu analisis pun berbeda-beda. “Tergantung sulit tidaknya kasus dan kualitas foto pembanding, posisi, dan lain-lain. [Lamanya proses] bisa [berlangsung] beberapa jam, bisa juga beberapa hari,” terang Peter. Sebagai seorang expert, Peter hanya menjawab cocok atau tidaknya titik-titik anatomisnya. “Soal asli atau tidaknya bukan wewenang kami,” tegas pria yang kini menjadi dosen Bagian Forensik & Medikolegal Fakultas Kedokteran UNHAS Makassar serta dosen terbang di beberapa fakultas kedokteran gigi beberapa perguruan tinggi di Indonesia.
Hampir setiap pekerjaan memiliki kendala masing-masing. Bagi Peter, kendala yang kerap ia hadapi misalnya jika korban tidak pernah difoto seumur hidupnya (untuk korban yang sudah meninggal). “Ada kasus pembunuhan di Ambon yang tengkoraknya dikirim pada kami, tapi korban tidak pernah mempunyai foto/tidak pernah difoto,” jelas Peter. “Kualitas foto yang sangat jelek, tengkorak yang ditemukan sudah hancur tidak berbentuk kepala manusia lagi. Posisi korban yang tidak optimal, misalkan menyamping, tertutup orang lain juga menjadi kendala,“ tukasnya. (*)


Menantang Kejelian Mata
Video heboh yang tersebar beberapa waktu lalu, sempat memicu kecurigaan publik terhadap si pelaku yang ada di video tersebut.
Sebagai awam, pasti ada di antara kita yang langsung menuding, “ Ya, benar itu si A, atau itu memang si B. Gosip baru, nih.”Padahal kenyataannya, belum tentu itu si A atau si B. Bisa saja si C. Oleh karena itu, dibutuhkan teknik khusus untuk membuktikannya.
“Menganalisa video bisa menggunakan setting slow motion, contohnya menggunakan Windows Media Player (WMP). Dengan slow motion  ini, akan keliatan asli atau tidaknya gerakan tersebut,” ujar Abimanyu Wachjoewidajat, pria yang kerap dimintai keterangan terkait analisa foto/ video. 
Gambar yang ada di video tersebut kemudian di-compare dengan foto lainnya yang dicari di internet. “Ukurannya pun harus sama, tidak boleh berbeda,” tukas pria yang akrab di sapa Abah ini. Tugas selanjutnya adalah mencocokkan posisi. Untuk analisis dengan teknik slow motion ini, tidak melulu menggunakan WMP, dapat juga menggunakan Winamp atau Windows Media Classic yang ada di komputer kita. “Apa saja bisa, asal media tersebut bisa [melakukan teknik] slow motion agar ketika gambar diperbesar tidak pecah,” imbuh Abimanyu.  
Sementara untuk menganalisis foto, bisa menggunakan teknik morphing. “Dengan demikian posisi mata, hidung, bibir akan kelihatan kemiripannnya,” jelas Abimanyu. “Menggunakan teknik morphingini juga tidak boleh memaksa, karena kalau memaksa hasil gambarnya tidak valid,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Data Center Manajer PT. Excelcomindo ini. Proporsinya pun harus sama. Misal naik 5 persen dan ke kanan 5 persen. Itu harus sama.
Menganalisis foto/video, dijelaskan Abimanyu harus dalam suasana tenang. Jadi tidak bisa dilakukan secara mobile karena akan susah. Kendala lainnya adalah dalam menganalisis kemiripan. Contohnya gambar. Selain itu adalah mencari gambar-gambar lainnya yang mirip melalui internet. Abimanyu juga menyatakan bahwa dalam menganalisis foto/gambar, kita tidak bisa melakukannya secara asal-asalan.
Pada artikel ini saya akan berbagi sedikit pengalaman saya saat keingin tahuan merajai jiwa yaitu cara mem-By Pass Password Windows XP & Windows 7 . Dan kebetulan ini adalah artikel pertama saya yang saya tulis special untuk sahabat  semua :)
Langsung saja ya, siapkan peralatannya, disini kita memakai Hiren Boot V 10.6 dan silahkan didownload:
HIREN BOOT V 10.6

Download Hiren
Kita hanya butuh 1 software aplikasi untuk membantu pekerjaan kita, Hiren Boot V 10.6 ini kurang lebihnya mempunyai size 200MB, cukup ringan bukan? Tapi jangan tanya lagi, ada banyak manfaatnya. Dijamin tidak akan rugi download file 200MB ini :D
Kalau sudah sobat download silahkan Burn ke CD file Hirennya,dan ikuti langkah ini :
LANGKAH PERTAMA
Restart komputer target dan masuk BIOS.
Lalu setting pada bagian Boot Device Prioritynya ubah ke CD, ini dilakukan karena kita ingin booting lewat CD Hiren tadi, sekiranya seperti gambar dibawah ini:

LANGKAH KEDUA
Masih dihalaman BIOS. Lalu masukan CD hiren yang telah di Burn tadi, lalu tekan F10 dan ENTER.
LANGKAH KETIGA
Setelah booting ke CD maka akan tampil seperti dibawah ini :
LANGKAH KEEMPAT
Pilih “Kon Boot” dengan cara arahkan pada Kon Boot lalu tekan Enter,tunggu beberapa detik dan akan keluar tampilan seperti dibawah ini :

LANGKAH KELIMA
Tunggu beberapa detik lagi dan taraaa kita bisa masuk windows tanpa password.
Selamat sobat telah berhasil masuk windows yang terpassword tanpa harus menggunakan password untuk login :)
Mungkin itu dulu dari saya,apabila ada pertanyaan silahkan berkomentar di artikel ini atau hubungi saya lewat facebook Disini.
Keylogger Sourcecode BinusHackersaya akan berbagi source keylogger saya untuk sekedar pembelajaran kita dan pemahaman kita tentang cara kerja sebuah malware yang termasuk kategori keylogger supaya kita lebih terbuka dan memahami.

Apa itu keylogger?
Mungkin dibeberapa artikel disini telah dibahas apa itu keylogger,namun untuk lebih jelasnya,saya coba jelaskan sekali lagi ya =)

Keylogger atau Perekam Ketikan merupakan sebuah perangkat baik itu perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan untuk memantau penekanan tombol papan ketik [keyboard].
Sebuah perekam ketikan atau keylogger biasanya akan menyimpan hasil pemantauan penekanan tombol papan ketik tersebut ke dalam sebuah berkas catatan (log file).
Beberapa perekam ketikan tertentu bahkan dapat mengirimkan hasil rekamannya ke surel [e-mail] tertentu secara berkala.
Keylogger dapat digunakan untuk kepentingan yang baik atau bahkan bisa digunakan untuk kepentingan yang jahat. Kepentingan yang baik antara lain untuk memantau produktivitas karyawan, untuk penegakan hukum dan pencarian bukti kejahatan. Kepentingan yang buruk antara lain pencurian data dan password. (wikipedia)
Beberapa kelebihan keylogger pada artikel ini?
  1. Keylogger berbasis API,full written in C++,mudah dikembangkan.
  2. Size keylogger yang relatif kecil, hanya 20-30 KB tanpa dikompresi.
  3. Mempunyai fitur self copy,auto startup,memonitoring proses yang aktif dan mengakhiri proses yang dapat membahayakan keylogger
  4. Tidak mempunyai GUI, sehingga tidak tampak di Tab App pada task manager
  5. No dependency, tidak usah membawa “beban” seperti keylogger yang dibuat dengan VB classic
  6. Silahkan ditambah sendiri :)

PROJECT KEYLOGGER
Mari kita mulai,pertama download Project Keylogger disini http://www.mediafire.com/?eb13zlbb80ic6r9
Oke, setelah anda download, bisa anda coba atau me-rebuild ulang projek tersebut. Saya asumsikan keylogger sudah berfungsi dan anda memahaminya, LOG file yang dibuat tidak serapih LOG file keylogger master MrHpx, sehingga anda bisa memodifikasi lagi sesuai keinginan anda.
Lanjut ke tahap pembuatan fungsi lainnya untuk membuat keylogger yang lebih powerfull
AutoStartup dan Self Copy
Untuk menambahkan fungsi autostartup,kita menggunakan fungsi sebagai berikut untuk mengakses dan menulis key pada registry:
Contoh Penggunaan AutoStartup:
Mendapatkan path asli dari keylogger, kemudian mencopy dirinya sendiri ke direktori windows dengan nama svchost kemudian membuat key untuk auto startup:
Anti Debug
Monitoring proses aktif dan melakukan aksi kill proses yang dianggap membahayakan keylogger
Preprocessor
Deklarasi Variabel
Fungsi Proses Killer:
Penggunaan Killer Proses
Membuat thread baru untuk menjalankan fungsi monitoring dan killer proses:
Oia fungsi tersebut, tulis di main.cpp..
Mengapa tidak membuat file .cpp baru dan menulis fungsi di file tsb? Hemmm.. Karena pada DevC++, pewarisan kelas membuat size program anda membengkak 100%. Entah mengapa, tidak seperti visual c++ buatan microsoft yang sudah dibekali optimasi pada kompilernya.
Mungkin dari anda, ada yang bertanya. Bagaimana dengan fungsi send lognya via e-mail? Owh itu tergantung kreativitas anda. Banyak referensinya.. hehe :P